| Optimalisasi Geo Targeting SEO |
|
|
|
|
Ada dua strategi geo targeting utama dalam SEO yang bisa dipilih: Menyasar wilayah geografis tertentu (strategi geografis):
Menyasar bahasa tertentu (strategi bahasa):
Alasan tidak menggunakan strategi geografis bersamaan dengan strategi bahasa adalah karena kalau pencari melakukan pencarian dalam bahasa tertentu di Google.com, maka halaman dengan bahasa yang dicari akan mendapat prioritas daripada halaman yang dioptimasi untuk wilayah geografis tertentu. Strategi geografis berarti mendapat peluang di Google selain google.com. Adapun strategi bahasa berarti punya peluang di google.com untuk bahasa yang digunakan pencari. Mungkin anda tidak mau memilih dan ingin menerapkan keduanya untuk meningkatkan visibilitas situs anda baik di google dot com ataupun google dot lainnya. Perhatikan log trafik untuk menentukan asal trafik situs web anda saat ini – dengan asumsi situs anda menggunakan Bahasa Inggris atau bahasa lain yang banyak digunakan di dunia (kalau situs anda dalam bahasa Indonesia, bisa dipastikan lebih dari 90% pengunjungnya pasti dari Indonesia. Perhatikan juga bounce rate. Contoh; kalau trafik situs web anda banyak yang berasal dari Jerman dan tingkat bounce rate -nya cukup tinggi dibandingkan pengunjung dari USA, buatlah subdirektori untuk bahasa Jerman (www.situsanda.com/de). Ini adalah strategi bahasa. Untuk strategi geografisnya, anda kemudian membuat subdomain (de.situsanda.com) dan host subdomain tersebut pada server yang berlokasi di Jerman, kemudian setel geographical targeting ke Germany pada Webmaster Central. Ulangi proses ini pada semua region yang memberi kontribusi trafik pada situs anda. Catatan Penting
ReviewJadi, kalau anda punya situs dengan TLD seperti .com dan .co.uk dan wilayah US dan UK memang jadi target SEO anda, maka tidak usah lagi memikirkan strategi geografis (geographic targeting). Tapi kalau anda ingin menjalankan geographic dan language targeting sekaligus, maka pertama kali buatlah subdirektori dengan konten dalam native language dan mengaculah pada log trafik (bisa gunakan Google Analytics). Lihat asal visitor yang banyak mengunjungi situs anda. Bahasa Inggris pun banyak variasinya, seperti US English, UK, New Zealand, Australia, kalau memang niat buatlah subdirektori untuk masing-masing variasi dan cantumkan istilah-istilah khas tiap variasi pada judul, meta tags, dan konten. Buat sitemap.xml untuk masing-masing subdirektori dan kirim semua sitemap.xml ke mesin pencari utama (Google, Yahoo, Bing). Langkah berikutnya adalah membuat subdomain dan tempatkan subdomain-subdomain tersebut pada server hosting dari negara/wilayah yang anda fokuskan. Buat konten dalam native language, ulangi langkah diatas dan atur fokus geografis masing-masing subdomain di Webmaster Central. Dengan strategi ini, anda akan punya keunggulan atas pesaing SEO (atau malah jadi lebih sedikit pesaing). Tidak masalah apakah pencarian dilakukan dari dalam atau luar wilayah tertentu, tidak masalah apakah situs anda memang ‘native‘ atau cuma ‘numpang’ di wilayah tersebut, tidak masalah apakah pencari melakukan pencarian dalam native language atau secara manual menggunakan domain google tertentu seperti google.com.mx atau google.es. Situs anda akan tampil di mata yang tepat.
Sumber : http://dhany.web.id |



Apakah anda pernah mendengar Optimasi GEO untuk target SEO, jka anda belum pernah mendenganr sebaiknya anda membaca artikel ini untuk menambah wawasan tentang ilmu SEO.











